Search This Blog

Monday, August 19, 2019

Makalah Taksonomi Tumbuhan Paku Ekor Kuda



BAB I
PENDAHULUAN
1.1    Latar Belakang
Nama paku ekor kuda merujuk pada segolongan kecil tumbuhan (sekitar 20 spesies) yang umumnya terna kecil dan semua masuk dalam genus Equisetum (dari equus yang berarti "kuda" dan setum yang berarti "rambut tebal" dalam bahasa latin). Anggota-anggotanya dapat dijumpai di seluruh dunia kecuali Antartika. Di kawasan Asia tenggara (Indonesia termasuk di dalamnya) hanya dijumpai satu spesies alami saja, E. ramosissimum subsp. debile, yang dikenal sebagai rmput betung dalam bahasa melayu. Kalangan taksonomi masih memperdebatkan apakah kelompok ekor kuda merupakan divisio tersendiri, sebagai Equisetophyta (atau Sphenophyta), atau suatu kelas dari pterydopyta, sebagai Equisetopsida (atau Sphenopsida). Semua anggota paku ekor kuda bersifat tahunan, terna berukuran kecil (tinggi 0.2-1.5 m), meskipun beberapa anggotanya (hidup di Amerika Tropik) ada yang bisa tumbuh mencapai 6-8 m (E. giganteum dan E. myriochaetum).
  Batang tumbuhan ini berwarna hijau, beruas-ruas, berlubang di tengahnya, berperan sebagai organ fotosintetik menggantikan daun. Batangnya dapat bercabang. Cabang duduk mengitari batang utama. Batang ini banyak mengandung silika. Ada kelompok yang batangnya bercabang-cabang dalam posisi berkarang dan ada yang bercabang tunggal. Daun pada semua anggota tumbuhan ini tidak berkembang baik, hanya menyerupai sisik yang duduk berkarang menutupi ruas. Spora tersimpan pada struktur berbentuk Gada yang disebut strobilus (jamak strobili) yang terletak pada ujung batang (apical). Pada banyak spesies (misalnya E. arvense), batang penyangga strobilus tidak bercabang dan tidak berfotosintesis (tidak berwarna hijau). Jenis-jenis lain tidak memiliki perbedaan ini (batang steril mirip dengan batang pendukung strobilus), misalnya E. palustre dan E. Debile (Paku Ekor Kuda).

1.2    Tujuan

Menjelaskan salah satu spesies dari salah satu tumbuhan paku-pakuan (paku ekor kuda) beserta pemanfaatannya.




BAB II
PEMBAHASAN

2.1     Ciri-ciri Paku Ekor Kuda
Kelas Sphenopsida atau Equisetinae disebut juga paku ekor kuda (scuring rushes), dengan ciri-ciri sebagai berikut :
- sering tumbuh di tempat berpasir, menghasilkan heterospora
- batangnya banyak mengandung silica
-mempunyai batang di atas tanah (tegakan / shoot) dan batang di bawah tanah (rimpang /rhizome)
contoh :
Famili : Equisetaceae
Genus : Equisetum arvense, E. palustre.

2.2     Manfaat Paku Ekor Kuda
Equisetum debile  tumbuh di tepat-tempat basah diantara rumput-rumputan. Tumbuhnya di tempat-tempat yang agak tinggi diatas permukaan laut. Batangnya yang ada di bawah permukaan tanah merupakan akar tinggal (rhizoma). Yang tumbuh menjulang di atas permukaan tanah bentuknya gilig mempunyai rongga-rongga didalamnya. Batang ini dapat dijadikan bahan obat-obatan. Daunnya kecil-kecil, tumbuhnya melingkari buku-bukunya. Daun-daunnya yang subur berkumpul diujung batang dan dapat menghasilkan sporangia. Batang Paku Ekor Kuda mengandung zat kersik sehingga abunya dapat dijadikan bahan penggosok.


BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
1.      Sebagai tanaman hias
2.      Fungsi jenis paku ekor kuda pada lanskap adalah untuk memberikan kesan eksotik atau nuansa lahan kering
3.       Digunakan sebagai peluruh air seni dan obat mencret
4.      Di Indonesia, rumput betung (E. debile) digunakan sebagai sikat untuk mencuci dan campuran obat


sumber : Makalah Taksonomi Tumbuhan Paku Ekor Kuda  UNPAK 2013

No comments:

Post a Comment