Search This Blog

Monday, August 19, 2019

JAMUR ENOKI (Flammulina velutipes)




JAMUR ENOKI (Flammulina velutipes)


Jamur dari keluarga Physalacriaceae yang memiliki nama latin Flammulina velutipes ini merupakan salah satu dari empat jenis jamur yang banyak dibudidayakan di berbagai negara, karena rasanya yang lezat dan nilai gizinya yang tinggi. Selain dikonsumsi menjadi sup atau hidangan lainnya, jamur enoki bahkan sudah digunakan untuk keperluan pengobatan terutama di Tiongkok sejak zaman dulu.

Enoki dikenal juga sebagai jamur tauge, jamur musim dingin, atau jamur jarum emas  (Hanzi: 针菇pinyin: jīnzhēngū, Hangul: 팽이버섯Alihaksara: pengi beoseot).

budidaya jamur enoki:

Jamur Enokitake hasil budidaya bisa dipanen sepanjang tahun. Tubuh buah Enokitake hasil budidaya terlihat berbeda dari Enokitake yang tumbuh di alam bebas. Jamur hasil budidaya dilindungi dari sinar matahari sehingga berwarna putih, sedangkan jamur di alam bebas berwarna coklat hampir merah jambu. Jamur hasil budidaya juga memiliki batang yang panjang dan kurus-kurus, sedangkan jamur di alam bebas memiliki batang yang lebih pendek dan gemuk. Rasa jamur hasil budidaya juga sangat berbeda dengan jamur yang tumbuh di alam bebas.
Enokitake yang tersedia di pasar swalayan merupakan hasil budidaya. Jamur dibudidayakan dengan menggunakan botol plastik atau kantong plastik. Jamur memerlukan waktu 30 hari pada suhu 15 °C dan kelembapan 70% di atas media tanam serbuk gergaji atau serbuk bonggol jagung ditambah berbagai bahan campuran lain. Setelah itu, jamur masih perlu tumbuh 30 hari lagi dengan suhu yang lebih sejuk dan lebih lembap.
Enokitake dapat hidup di alam sebagai jamur liar atau dibudidaya dan dikultur. Kedua jenis ini dapat dimakan, namun jamur Enokitake hasil budidaya memiliki rasa dan kenikmatan yang lebih baik dibandingkan dengan jamur Enokitake liar. Jamur Enokitake hasil budidaya banyak digunakan dalam masakan Jepang dan Cina.  Ciri khas jamur Enokitake hasil budidaya adalah warnanya yang kuning pucat, tangkainya yang panjang dengan tudungnya yang kecil.
Ciri dari jamur Enokitake yang hidup liar adalah memiliki tudung berwarna coklat, berbentuk cembung dan ukurannya dapat mencapai 3 cm. Tudung ini akan semakin datar seiring bertambahnya usia jamur Enokitake. 

Manfaat enoki:

Jamur ini banyak digunakan dalam berbagai masakan sup dalam JepangKoreamasakan Cina, dan Vietnam. Jamur mempunyai tekstur garing dan aroma yang segar. Bagian akar perlu dipotong sebelum digunakan dalam masakan. Jamur segar tahan disimpan di lemari es sampai satu minggu.
Jamur Enokitake sangat mudah dibudidayakan dan sudah dibudidayakan di Jepang sejak lebih dari 300 tahun yang lalu. Enokitake bisa ditanam sendiri di rumah asalkan suhu cukup sejuk. Di Cina, jamur ini sering digunakan dalam pengobatan tradisional untuk mengobati susah buang air besar.
Biasanya jamur ini digunakan dalam makanan – makanan yang berbau Asia. Jamur ini juga banyak digunakan sebagai bahan salad (di mana rasa terbaik dari jamur ini dapat dinikmati), sup dan juga sering digoreng bersama sayuran dan daging.

Kandungan dalam enokitake :
Jamur Enokitake mengandung banyak serat. Jamur ini juga mengandung banyak protein dan beberapa vitamin seperti vitamin B, serta mineral. Satu mangkuk jamur mentah diperkirakan dapat menyediakan 20 kalori. Jamur ini juga tidak mengandung gula sehingga aman dikonsumsi oleh penderita diabetes dan juga dapat dijadikan pilihan bahan makanan untuk diet.
Jamur Enokitake juga mengandung senyawa flammulin yang merupakan senyawa anti kanker dan tumor. Jamur Enokitake juga dipercaya dapat menstimulasi sistem imun dan juga memiliki aktivitas anti viral dan anti bakteri. Selain itu, dalam jamur ini juga terdapat senyawa lain yang berfungsi sebagai penurun tekanan darah dan juga penurun kolestrol. Penelitian juga menginformasikan bahwa Enokitake berguna dalam perawatan lymphomia dan kanker prostat
Dalam 100 gram jamur enoki mentah kira-kira terkandung air, energi, karbohidrat, protein, serat, kalium (potassium), fosfor, magnesium, niacin, selenium, folat, vitamin D, zinc, dan zat besi. Jamur enoki juga mengandung antioksidan tinggi yang bisa mencegah efek buruk radikal bebas. Antioksidan ergothioneine dalam jamur ini diduga mampu melindungi sel tubuh dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas dan radiasi UV.
Jamur enoki kaya akan polisakarida yang bisa digunakan sebagai bahan makanan kesehatan dan produk kosmetik. Banyaknya serat dalam jamur enoki diduga dapat mempercepat penguraian kolesterol, sehingga mengurangi kadar trigliserida, kolesterol total, lemak jahat atau LDL, dan fosfolipid dalam hati. Kandungan mycosterol dalam jamur enoki pun diduga memiliki kemampuan untuk menurunkan kadar kolesterol total dan LDL dalam darah. Efek ini baik untuk mencegah penyakit jantung.
Yang lebih hebat lagi, jamur enoki memiliki zat antikanker bernama flammulin dan proflaminyang terlihat dapat menghambat pertumbuhan sel kanker, salah satunya kanker payudara. Efek antikanker pada jamur enoki ini juga terlihat dari kemampuannya dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh dalam melawan sel kanker.

SUMBER : https://www.alodokter.com dan https://id.wikipedia.org


klik dibawah untuk melihat artikel sumber :

alodokter dan wikipedia



No comments:

Post a Comment